Minggu, 15 Oktober 2017

ARTIKEL PROPOSAL PENELITIAN



KECERDASAN EMOSIONAL PADA PENGEMUDI OJEK KONVENSIONAL
Oleh Atikah M Djula, Cahaya Nurhaliza, Elsa Divia Mawazky, dan Nadia
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
Depok, 2017




      Perkembangan zaman saat ini sudah semakin pesat. Bahkan saat ini tidak menutup kemungkinan bahwa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan manual bisa digantikan dengan hanya mengandalkan gadget saja. Contohnya untuk kebutuhan transportasi yang saat ini bisa dipesan secara online. Hal ini merupakan kemajuan di bidang teknologi, namun tidak lepas dari kekurangannya. Akhir waktu kita sering menemukan berita mengenai konflik yang terjadi antara pengemudi ojek konvensional dengan pengemudi ojek online. Bahkan pengemudi ojek konvensional di beberapa daerah tertentu menolak kehadiran transportasi online, tidak jarang ditemukan berupa poster larangan mengambil penumpang atau beroperasi yang diberlakukan bagi pengemudi transportasi online. Pengemudi ojek konvensional merasa tersaingi dan menganggap bahwa dengan adanya transportasi online, penghasilan mereka mengalami penurunan. Menurut mereka banyak orang yang tadinya menggunakan jasa mereka beralih menggunakan transportasi online. Emosi yang mereka rasakan membuat pengemudi ojek konvensional melampiaskannya kepada pengemudi ojek online. Memang suatu hal tidak lepas dari kelebihan dan kekurangannya.
       Emosi sendiri merupakan salah satu aspek yang berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Emosi pada prinsipnya menggambarkan perasaan manusia menghadapi berbagai situasi yang berbeda. Oleh karenanya, emosi merupakan reaksi manusiawi terhadap berbagai situasi, maka sering dikatakan bahwa manusia memiliki kecerdasan emosional. Lebih dari itu, kecerdasan emosi terkait erat dengan bagaimana seseorang mampu bersikap tenang dalam situasi yang tegang, tidak hanya mengandalkan amarah atau kekuatan semata dan tahu tentang tujuan hidupnya serta bertanggung jawab dalam segala hal yang terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang dimiliki.
      Permasalahan yang terjadi saat ini adalah dimana tidak sedikit pengemudi ojek konvensional yang melakukan hal-hal anarkis kepada pengemudi ojek online. Kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kecerdasan emosi yang dimiliki oleh seorang pengemudi ojek konvensional. Lantas, bagaimana kecerdasan emosi seorang pengemudi ojek konvensional?
       Penelitian ini dilakukan guna mengkaji kecerdasan emosi, serta untuk memahami kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang pengemudi ojek konvensional. Hasil penelitian juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk memperoleh gambaran mengenai kecerdasan emosional pada pengemudi ojek konvensional dan dapat menjadikan solusi antara pengemudi ojek konvensional dengan pengemudi ojek online.


·         Definisi Kecerdasan Emosional
       Goleman (1997) mengemukakan, kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir; berempati dan berdoa.
      Menurut Salovey dan Meyer (dalam Walgito, 2010), kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali emosi diri sendiri, mengelola, dan mengekspresikan emosi diri sendiri dengan tepat, memotivasi diri sendiri, mengenali oranglain, dan membuka hubungan dengan orang lain.
      Dengan demikian, kecerdasan emosi adalah kemampuan dalam mengenali, mengolah, dan memahami emosi diri dengan mengekspresikannya secara efektif dan baik.


·         Aspek-aspek Kecerdasan Emosional
     Salovey (dalam wiguna, 2014) mengemukakan lima kecakapan dasar dalam kecerdasan emosional:
1.      Knowing one’s emotions, yakni mengenali emosi diri.
2.      Managing emotions, yakni mengelola emosi; menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan pas.
3.      Motivation oneself, yakni memotivasi diri sendiri; menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan adalah hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri.
4.      Recognizing emotions in other, yakni  mengenali emosi orang lain.
5.      Handling relationship, yakni membina hubungan dengan orang lain.


·         Defnisi Ojek Konvensional
         Ojek (juga disebut ojeg) adalah transportasi umum tidak resmi di Indonesia berupa sepeda motor atau sepeda yang disewakan dengan cara memboncengkan penumpang. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan sopirnya dahulu setelah itu sang sopir akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya.


·         Rancangan Penelitian
Populasi penelitian ini adalah pengemudi ojek konvensional, dan sampel yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah seorang pengemudi ojek konvensional. Kami menggunakan metode naratif dalam penelitian ini dimana kami mendeskripsikan suatu peristiwa terkait dengan pengalaman partisipan mengenai periwtiwa tersebut. Untuk mengumpulkan data, kami menggunakan teknik wawancara dan observasi, wawancara dilakukan dengan wawancara tatap muka dan dibarengi dengan pengamatan terhadap gerak non-verbal yang dilakukan oleh subjek.
Penelitian ini dilakukan guna mengkaji kecerdasan emosi, serta untuk memahami kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang pengemudi ojek konvensional. Hasil penelitian juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk memperoleh gambaran mengenai kecerdasan emosional pada pengemudi ojek konvensional dan dapat menjadikan solusi antara pengemudi ojek konvensional dengan pengemudi ojek online.



       Dengan ini, proposal penelitian ini kami harapkan dapat dilanjutkan ke penelitian selanjutnya dengan lebih lengkap dan dengan persiapan yang lebih lengkap pula. Kekurangan-kekurangan yang ada di dalam penelitian ini akan di koreksi dan di revisi pada waktu yang akan datang.










Sumber:
·         Goleman, D. (1997). Emotional intelligence. (penerjemah: T. Hermaya). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
·         Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi.
·         Wiguna, A. (2014). Isu-isu kontemporer pendidikan islam. Yogyakarta: Deepublish.
·         Ojek-arti "ojek" di Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Ojek. Diakses tanggal 13 Oktober 2017



Tidak ada komentar:

Posting Komentar